Qiyas Iqtirani Syarthi (ILMU MANTIQ)

Posted: 17th Januari 2013 by Rijal in Materi PAI
Tags:
Komentar Dimatikan

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar Belakang

Mantiq adalah sebuah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Manusia sebagai makhluk yang berpikir tidak akan lepas dari berpikir. Namun, saat berpikir, manusia seringkali dipengaruhi oleh berbagai tendensi, emosi, subyektifitas dan lainnya sehingga ia tidak dapat berpikir jernih, logis dan obyektif. Mantiq merupakan upaya agar seseorang dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak keliru.

Menurut sebagian para ahli Manthiq (Asep Rizal, hal 142), bahwa qiyas merupakan rangkaian proposisi (qadliyah) yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya sehingga dari padanya bisa ditarik kesimpulan.

Qiyas jika dilihat dari jenis qadliyahnya bentuk qiyas terbagi 2 (dua) bagian, salah satunya:

  1. Qiyas Iqtirani

Dalam qiyas Iqtirani ini terdapat 2 bagian lagi, salah satu bagiannya yaitu Qiyas Iqtirani Syarthi. Pada dasarnya qiyas ini sama dengan qiyas Iqtirani Hamli.

  1. B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, maka penyusun menyimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa pengertian Qiyas Iqtirani Syarthi?
  2. Ada berapa pembagian Qiyas Iqtirani Syarthi?
  3. C.     Tujuan Makalah

Adapun tujuan penyusunan makalah ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan:

  1. Pengertian Qiyas Iqtirani Syarthi
  2. Perbedaan Qiyas Iqtirani Syarthi dan Qiyas Iqtirani Hamli
  3. Pembagian qiyas iqtirani Syarthi
  1. D.    Prosedur Makalah

Teknik Pengumpulan data yang penyusun gunakan dalam membuat makalah ini adalah dengan cara mencari dan mengumpulkan buku-buku serta dari internet, yang berkaitan dengan masalah yang di bahas dalam makalah ini. Sedangkan, teknik analisis data yang penyusun gunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu dengan cara mengcopy-paste.

  1. E.     Sistematika Pembahasan

Makalah disusun dengan sistematika berikut :

Bab 1 pendahuluan

Bab 2 pembahasan

Bab 3 penutup

Daftar pustaka

BAB II

QIYAS IQTIRANI SYARTHI

  1. A.     PENGERTIAN QIYAS IQTIRANI SYARTHI

Qiyas Iqtirani Syarthi adalah qiyas yang disusun dari dua qadliyah Syarthiyah atau disusun dari dua qadliyah, yang satu qadliyah Syarthiyah dan satunya lagi qadliyah Hamliyah.

Qiyas ini pada dasarnya sama dengan qiyas Iqtirani Hamli. Kecuali satu hal yang berbeda, bahwa pada qiyas Iqtirani Syarthi ada unsur qadliyah Syarthiyah. Segi kesamaannya adalah karena faktor penghubung antar muqaddamah kedua qiyas tersebut sama, yaitu had ashgar, had awsath dan had akbar. Di bawah ini contoh qiyas Iqtirani Syarthi; perhatikan unsur-unsur hadnya:

  • Contoh yang muqaddamahnya disusun dari qadliyah syarthiyah:

Shugra :           [muqaddam] Jika siswa tekun belajar, [Taly][Haw] maka ia akan

Lulus ujian

Kubra  :           [muqaddam][Haw] Jika siswa lulus ujian, [Taly] maka ia akan

bahagia

Natijah            :           [Has] Jika siswa tekun belajar, [Hak] maka ia akan bahagia

  • Contoh yang muqaddamahnya disusun dari qadliyah Hamliyah dan qadliyah syarthiyah:

Shugra :           [Mw] Fi’il [R] adalah [Mh][Haw] kalimat

Kubra  :           [muqaddam][Haw] Adakalanya kalimat mu’rab,

[Taly]adakalanya ia mabni

Natijah            :           [Has] Jika siswa tekun belajar, [Hak] maka ia akan bahagia

  1. B.     PEMBAGIAN QIYAS IQTIRANI SYARTHI

Dilihat dari susunan qadliyah-qadliyah qiyas Iqtirani Syarthi terbagi ke dalam beberapa bagian, diantaranya:

  1. a.      Iqtirani syarthi yang disusun dari dua qadliyah Syarthiyah Muttashil

Susunan qiyasnya terdiri dari tiga pola, jika dilihat dari segi had awsathnya yang terkadang susunannya sempurna (tamm), terkadang tidak sempurna (ghair tamm) baik pada muqaddam shugra atau pada muqaddam kubra. Ketiga pola tersebut antara lain:

  • Susunan qiyas yang had awsathnya sempurna (tamm), baik pada muqaddam shugra atau pada muqaddam kubra;
  • Susunan qiyas yang had awsathnya tidak sempurna (ghair tamm), baik pada muqaddam shugra atau pada muqaddam kubra;
  • Susunan qiyas yang had awsathnya sempurna pada sebagian muqaddam dan pada muqaddam lainnya tidak sempurna.

Yang dimaksud had awsath sempurna adalah semua unsur kata baik pada muqaddam atau pada tali semuanya menjadi had awsath. Contoh:

Shugra :           [mq] “Jika siswa sungguh-sungguh belajar, [Tl][Haw] maka ia

lulus ujian”

Kubra  :           [mq][Haw]Jika ia lulus ujian, [Tl] maka ia akan

bahagia”

Natijah            :           [Has]Jika siswa sungguh-sungguh belajar, [Hak] maka ia

akan bahagia”

Adapun yang dimaksud had awsath tidak sempurna adalah had awsath yang unsure kata lengkap karena hanya membubuhkan sebaian unsure kata baik pada muqaddam atau pada tali-nya. Contoh:

Shugra :           [mq] “Jika aku kerja keras, [Tl][Haw] maka kaya

Kubra  :           [mq][Haw] “Jika aku kaya, [Tl] maka bisa belanja apa saja”

Natijah            :           [Has]Jika aku kerja keras, [Hak] maka bisa belanja apa saja”

  1. b.      Iqtirani syarthi yang disusun dari dua qadliyah Syarthiyah Munfashil

Format susunannya sama dengan susunan qadliyah syarthiyah muttashil. Susunan standarnya antara lain:

Shugra :           [Mq] Adakalanya A~B, [Tl] [Haw] adakalanya C~D

Kubra  :           [Mq] [Haw] Adakalanya C~D, [Tl] adakalanya E~F

Natijah            :           [Has] Adakalanya A~B, [Hak] adakalanya C~D atau E~F

Shugra :           Adakalanya Umar berdiri, adakalanya ia duduk

Kubra  :           Adakalanya ia duduk, adakalanya ia berbaring

Natijah            :           Adakalanya Umar berdiri, adakalanya ia duduk atau

berbaring

  1. c.       Iqtirani syarthi yang disusun dari qadliyah Hamliyah dan qadliyah Syarthiyah muttashil

Format susunannya akan menghasilkan natijah yang sahih jika memenuhi syarat-syarat berikut, yaitu:

  • Qadliyah Syarthiyah Muttashilnya harus mujibah;
  • Natijahnya harus merupakan susunan qadliyah Syarthiyah Muttashil;
  • Muqaddamnya natijah harus merupakan muqaddam qadliyah syarthiyah muttashil yang ada pada muqaddamah Shugra atau Kubra.

Format susunannya sama dengan qiyas Iqtirani Hamli, yakni terbagi ke dalam 4 (empat) syakal, yaitu:

  1. Susunan qiyas yang muqaddamah shugranya adalah qadliyah Syarthiyah, sedangkan muqaddamah kubranya adalah qadliyah Hamliyah; adapun had awsathnya adalah tali-nya muqaddamah shugra dan mahmulnya muqaddamah kubra;
  2. Susunan qiyas yang muqaddamah shugranya adalah qadliyah Syarthiyah, sedangkan muqaddamah kubranya adalah qadliyah Hamliyah; adapun had awsathnya adalah tali-nya muqaddamah shugra dan mahmul-nya muqaddamah kubra;
  3. Susunan qiyas yang muqaddamah shugranya adalah qadliyah Hamliyah Muttashil; sedangkan muqaddamah kubranya adalah qadliyah Syarthiyah; adapun had awsatnya adalah mawdlu’nya muqaddamah shugra, dan muqaddamahnya muqaddamah kubra;
  4. Susunan qiyas yang muqaddamah shugranya adalah qadliyah Hamliyah Muttashil; sedangkan muqaddamah kubranya adalah qadliyah Syarthiyah; adapun had awsathnya adalah mawdlu’nya muqaddamah shugra, dan tali-nya muqaddamah kubra.
  5. d.      Iqtirani syarthi yang disusun dari qadliyah Syarthiyah Munfashil dan qadliyah Hamliyah

Format susunannya terdiri dari 2 (dua) bagian, antara lain:

  1. Format qiyas yang padanya disebutkan beberapa qadliyah Hamliyah setelah sebelumnya disebutkan qadliyah Syarthiyah Munfashil yang mengandung beberapa bagian yang sama jenisnya yang disebut Qiyas Muqsam dan yang berbeda jenisnya yang disebut Qiyas Ghair Muqsam.

Format Qiyas Muqsam:

Shugra :           [Mq] Setiap A adakalanya B, [Tl-1] adakalanya C,

[Tl-2] adakalanya D

Kubra  :           1- [Mw] B ~ [Mh] E

2- [Mw] C ~ [Mh] E

3- [Mw] D ~ [Mh] E

Natijah            :           [Has] Setiap A ~ [Hak] E

Shugra :           Setiap logam, adakalanya besi, adakalanya emas,

adakalanya juga perak

Kubra  :           Setiap besi meleleh jika dipanaskan

Setiap emas meleleh jika dipanaskan

Setiap perak meleleh jika dipanaskan

Natijah            :           Setiap logam meleleh jika dipanaskan

Format Qiyas Ghair Muqsam:

Shugra :           [Mq] Setiap A adakalanya B, [Tl-1] adakalanya C,

[Tl-2] adakalanya D

Kubra  :           1- [Mw] B ~ [Mh] E

2- [Mw] C ~ [Mh] F

3- [Mw] D ~ [Mh] G

Natijah            :           [Haq] Setiap A adakalanya E, [Hak] adakalanya F,

adakalanya G

Shugra :           Setiap bangsa Indonesia adakalanya suku Sunda,

adakalanya suku Jawa, adakalanya suku Batak

Kubra  :           1- Suku Sunda berbahasa Sunda

2- Suku Jawa berbahasa Jawa

3- Suku Batak berbahasa Batak

Natijah            :           Setiap bangsa Indonesia adakalanya berbahasa

Sunda, adakalanya berbahasa Jawa, adakalanya pula

berbahasa Batak

  1. Format qiyas yang padanya disebutkan beberapa qadliyah Hamliyah yang mengandung bagian-bagian yang jumlahnya lebih sedikit dari bagian-bagian pada qadliyah Syarthiyah Munfashil.

Formatnya:

Shugra :           [Mq] Apakah setiap A ~ B, [Tl] atau apakah

setiap C ~ D

Kubra  :           [Mw] Setiap D ~ [Mh] E

Natijah            :           [Haq] Apakah setiap A ~ B, [Hak] atau apakah

setiap C ~ E

Shugra :           Apakah setiap yang tekun itu lulus ujian,

atau apakah setiap pemalas itu tak lulus ujian

Kubra  :           Setiap tak lulus juian adalah terhina

Natijah            :           Apakah setiap yang tekun itu lulus ujian,

atau pemalas itu terhina

BAB III

SIMPULAN

Qiyas Iqtirani Syarthi adalah qiyas yang disusun dari dua qadliyah Syarthiyah atau disusun dari dua qadliyah, yang satu qadliyah Syarthiyah dan satunya lagi qadliyah Hamliyah.

Dilihat dari susunan qadliyah-qadliyah qiyas Iqtirani Syarthi terbagi ke dalam beberapa bagian, diantaranya:

  1. Iqtirani syarthi yang disusun dari dua qadliyah Syarthiyah Muttashil
  2. Iqtirani syarthi yang disusun dari dua qadliyah Syarthiyah Munfashil
  3. Iqtirani syarthi yang disusun dari qadliyah Hamliyah dan qadliyah Syarthiyah muttashil
  4. Iqtirani syarthi yang disusun dari qadliyah Syarthiyah Munfashil dan qadliyah Hamliyah

DAFTAR PUSTAKA

Komentar telah ditutup.